SeleraWaktu.com

Waktu Juga Punya Selera

Bisnis

OJK Minta Sektor Jasa Keuangan Bekali Pegawainya tentang Keamanan Siber

Wakil Ketua OJK Mirza Adityaswara meminta industri jasa keuangan untuk membekali pegawainya dengan pemahaman tentang keamanan siber. Hal itu menyusul pertumbuhan Ransomeware atau serangan kejahatan yang terjadi melalui email phishing. Nilainya secara global terus meningkat dari tahun ke tahun. Terlebih dia mencatat, pada tahun 2022 saja telah terjadi 493 juta percobaan Ransomware.

Di sisi lain, bocoran data akibat serangan di sektor keuangan menempati peringkat kedua dengan total penjualan sebesar Rp 2 miliar. "Keamanan siber pada top ten industri tahun 2021 terjadi di sektor keuangan itu menempati peringkat ke 2. 70 persen ditujukkan kepada bank, 16 persen pada asuransi 14 persen sektor keuangan lainnya," ujar Mirza di CSIS, Jakarta, Selasa (8/8/2023). "Industri jasa keuangan perlu membekali pegawai dan nasabahnya dengan pemahaman terkait dengan keamanan siber termasuk nasabah nasabah yang sudah sulit untuk diajari tentang teknologi. Tapi ya tapi harus diajari karena dapat WA, telepon, klik klik tahu tahu kena tipu," imbuhnya.

Mirza menyampaikan, beberapa tantangan bagi industri jasa keuangan yaitu adanya peningkatan eksposure risiko meliputi risiko kebocoran data, risiko serangan dan risiko pihak ketiga. OJK Minta Sektor Jasa Keuangan Bekali Pegawainya tentang Keamanan Siber Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Buka Lowongan Kerja, Tenaga Kerja PKWT Bidang Keamanan Siber

Chelsea vs Wolves: Mauricio Pochettino Berharap Chelsea Bangkit, Begini Kata Pelatih The Blues Siapa Tali Kasih? Gadis 17 Tahun Viral Habiskan Rp3 M Bikin Pesta Ultah, Terungkap Sumber Uangnya Halaman 3 OJK: Sektor Jasa Keuangan Terjaga Stabil Didukung Likuiditas Memadai

Highlight Chelsea vs Middlesbrough, Siapa Saja yang Cetak Gol Dalam Kemenangan The Blues? Pengakuan Kakak Ipar soal Ria Ricis Tak Pernah Disentuh, Teuku Ryan: Paham Agama Seperti Fitnah Halaman 4 "Ini topik yang mulai banyak dibicarakan adalah risiko pihak ketiga risiko dari outsourcing. Terdapat kebutuhan untuk menyediakan talent dan leader digital secara infrastruktur yang mendukung," ucap dia.

Dia mengatakan, saat ini OJK dihadapkan pada tantangan untuk melakukan reformasi pengaturan, pengawasan dan perizinan agar dapat mendukung transformasi digital yang dilakukan oleh industri jasa keuangan. "Dan tentu tantangan paling utama yaitu rendahnya literasi keuangan, literasi digital masyarakat," tutur dia. Caption: Wakil Ketua OJK Mirza Adityaswara dalam acara Fintech Policy Forum Seri II di Auditorium Center for Strategic and International Studies (CSIS), Jakarta, Selasa (8/8/2023).

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *